Biasanya dulu saya bisa melahap minimal 3 buah buku dalam 1 minggu. Tapi sudah cukup lama, sekitar 1 tahun belakangan ini, kebiasaan saya tersebut jadi lenyap begitu saja. Jangankan 3 buku, satu buku saja kok susah ya tamatnya. Bahkan sampai lewat 1 minggu, hebatnya lagi, bisa sampai 1 bulan.
Terkadang saya mencoba bertanya-tanya sendiri. Kok bisa kayak gini? Kemana Kehausan saya akan bacaan seperti dulu. Okelah, akhirnya saya menemukan satu alasan – yang menurut perkiraan saya – cukup tepat.
Kesibukan bekerja. Yup! Itulah alasan yang meloncat dari pikiran saya. Entah itu bisa dibenarkan atau tidak, tapi memang seperti itulah adanya. Rasa capek sepulang bekerja, apalagi kantor-rumah yang jaraknya cukup jauh, membuat saya tidak ada kesempatan membaca buku. Rasa lelah sudah terlalu menjalari tubuh ketika saya sampai di rumah. Alhasil ada bebarapa buku yang belum kelar-kelar saya baca, bahkan ada yang belum tersentuh sama sekali.
Tapi saya mencoba untuk mencari celah, agar kegemaran saya melahap buku tetap konsisten. Dan saya pun telah berhasil menemukann sebuah cara ampuh. Yaitu memanfaatkan setiap waktu luang yang ada, meskipun hanya sebentar saja. Contohnya, saya membaca buku diatas bus atau kereta api yang mengantarkan saya dari rumah-ke kantor (PP). Jauh lebih bermanfaat dari pada sekedar diam atau ngobrol gak jelas.
Bagaimana? Anda setuju dengan saya?
April 8, 2010 at 12:00 am |
setuju dong!!!
) ^_^.
mungkin kelak ada yg mesin yg bisa membacakan isi buku, ci..
jadinya kita enak ttp bisa beraktifitas yg lain sambil tetap “melahap buku” HEHEHE, khan gak harus ‘MEMBACA’ ya, Ci?