Kalau dirunut-runut, memang saya hampir setahun belakangan ini kok gampang sakit ya. Gak tau juga kenapa. Tapi beberapa teman-teman saya berpendapat karena saya kelelahan, secara tempat kerja yang lumayan jauh – berada sedikit di luar kota Padang, namanya Lubuk Alung, sudah termasuk wilayah Kab. Padang Pariaman, yang dari rumah saya ke sana memakan waktu +/- satu setengah jam.
Jujur, sebenarnya memang cukup melelahkan. Apalagi rumah saya dan kantor ibarat ujung-keujung. Pagi-pagi jam 06.30 saya sudah berangkat ke kantor (dulu ketika biasa naik ‘mak itam’ (baca : kereta api), saya jam 05.45 paling telat sudah harus berangkat ke stasiun. Tapi sejak ada perbaikan jalan KA, saya bisa lebih siangan berangkatnya dengan menumpangi bus), dan biasanya maghrib baru nyampe di rumah. Dan cuapeknya benar-benar pooollll.
Tapi mau gimana lagi, demi sesuap nasi, ya harus dijalani dengan ikhlas dan sabar. Sudah pernah mencoba mengajukan pindah ke Padang awal tahun ini, tapi cuma diobralin janji-janji manis aja. Ya saya jadi males.
Kembali ke masalah sakit, kalau dirunut-runut lagi, dalam bulan Maret kemaren saya dah 2x sakit. Biasanya demam paling lama 2 hari, terus sembuh deh. Tapi akhir bulan kemaren, sungguh, ‘The long fever I ever had’ sejal 5 tahun terakhir.
Ada beberapa diagnosa mengenai penyakit saya yang kemaren; demam berdarah, cikumunya, tipes & campak. Namun pada akhirnya, campak diagnosa yang lebih tepat karena kemudian muncul bintik-bintik merah diseluruh tubuh saya, tapi bukan campak berair (terakhir kalau gak salah saya kena campak saat duduk di bangku SD. It had been long time).
Alhamdulillah, sekarang sudah mulai membaik. Tapi diluar dugaan, disaat kondisi tubuh saya sudah mulai membaik, justru gatal-gatal campaknya baru berasa sekarang. Huhuhuhu….
. Tapi dah ada obatnya, jadi semoga benar-benar bisa sembuh total saat saya mulai ngantor Senin besok. I’m really missing my works (walau dah kebayang pekerjaan yang menumpuk ^^).
Tapi hikmah sakit bagi saya adalah sarana muhasabah diri. Karena selama sakit yang terpikir oleh saya adalah; “Mungkin dosa saya sudah sedemikian menumpuknya”. Jadi tekad saya, saatnya kembali membangun semangat untuk menjalani hidup ke depannya lebih baik dari sebelumnya. Lebih mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, dan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, karena setiap detik waktu yang dianugerahi Allah sangat berharga. Sayang kalau diisi dengan percuma. InyaAllah.
May 20, 2010 at 12:07 am |
menanti karya anda ? dimana bisa dilihat? trims
May 27, 2010 at 9:01 pm |
semakin tinggi tantangan sama dengan semakin besar peluang hikmah yang diterima.. so keep spirit jeng..